Langit ..
Ya, aku menganggapmu Langit.
Salah satu alasan mengapa aku menyukai senja.
Aku menyimpan dua kata untukmu.
Mungkin akan ku utarakan, namun aku tak menjamin ini akan
terpenuhi.
"Maaf dan Terimakasih"
Untukmu, Langit.
Ya dua kata agung bagiku.
Karena mereka terlalu sulit untuk di ucapkan.
Maaf ..
Jika sikapku tak baik di hadapmu, dulu.
Aku mengerti kepakan sayapmu namun aku tak mengerti arti dari
terbangmu.
Aku hanya takut aku benar dan membahagiakan di hadapmu,
namun bukan di Hadap Illaahi Rabbi.
Mungkin kamu akan sangat mengerti karena kau adalah langit.
Tinggi dan luas. Tinggi dan luas pula ketika kau melihat kehidupan, pun
kenyataan, dari ketinggian.
Namun jika kau tak mengerti dan hanya ingin pada pendapat
bahwa aku menoreh luka di pikiran dan kalbumu, maka bencilah aku karena Allaah
..
Terimakasih ..
Aku menemukan ketenangan di sepertiga malam karenamu, karena
perantaramu ..
Tersirat kau ajarkan aku mengenal lebih dekat ibadah kepada
Allaah.
Melaluimu, aku menemukan siapa aku, hendak kemana aku, dan
apa inginku ..
Kau menyapu bersih kesabaranku, hingga aku berhasil memenuhi
lagi dengan kesabaran yang baru.
Allaah mengirimmu untuk mengujiku.
Terimakasih, kau membuatku lebih dinamis ..
***