Jumat, 20 Maret 2015

Maaf dan Terimakasih untuk Langit


Langit ..
Ya, aku menganggapmu Langit.
Salah satu alasan mengapa aku menyukai senja.
Aku menyimpan dua kata untukmu.
Mungkin akan ku utarakan, namun aku tak menjamin ini akan terpenuhi.
"Maaf dan Terimakasih"
Untukmu, Langit.
Ya dua kata agung bagiku.
Karena mereka terlalu sulit untuk di ucapkan.

Maaf ..
Jika sikapku tak baik di hadapmu, dulu.
Aku mengerti kepakan sayapmu namun aku tak mengerti arti dari terbangmu.
Aku hanya takut aku benar dan membahagiakan di hadapmu, namun bukan di Hadap Illaahi Rabbi.
Mungkin kamu akan sangat mengerti karena kau adalah langit. Tinggi dan luas. Tinggi dan luas pula ketika kau melihat kehidupan, pun kenyataan, dari ketinggian.
Namun jika kau tak mengerti dan hanya ingin pada pendapat bahwa aku menoreh luka di pikiran dan kalbumu, maka bencilah aku karena Allaah ..

Terimakasih ..
Aku menemukan ketenangan di sepertiga malam karenamu, karena perantaramu ..
Tersirat kau ajarkan aku mengenal lebih dekat ibadah kepada Allaah.
Melaluimu, aku menemukan siapa aku, hendak kemana aku, dan apa inginku ..
Kau menyapu bersih kesabaranku, hingga aku berhasil memenuhi lagi dengan kesabaran yang baru.
Allaah mengirimmu untuk mengujiku.
Terimakasih, kau membuatku lebih dinamis ..
***

Sabtu, 17 Januari 2015

Surat Untuk Engkau, Sahabat ..



Ukhtiii .. Sahabatkuu ..
 
Aku tak berharap lebih padamu .. namun satu yang aku mau .. maukah kau berhijab?
Dengan itu aku akan bangga padamu ..

Ukhtii sahaabatkuu ..