Tampilkan postingan dengan label Puisi_ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi_ku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

Di Atas Dua Sajadah Berbeda


Bukan melalui pacaran

Bukan pula melalui berdua-duaan

Namun inginku mengenalmu melalui sujud

Di setiap sepertiga malam terakhir itu



Bukan melalui gombalan dan rayuan

Bukan pula melalui kata-kata yang pura-pura sopan

Tapi aku ingin sampaikan rasa cintaku dengan tengadah kedua telapak tangan

Dengan bibir berlantun doa



Bukan dengan mengumbar paras

Bukan pula dengan kemolekan yang khas

Tapi aku ingin meraihmu dengan mardhatillaah

Dengan menyempurnakan iman



Bukan sekedar mencintaimu yang ku ingin

Bukan pula sekedar kau mencintauku

Namun aku ingin mencintaimu karena aku mencintai Allaah, Tuhanku

Dan ingin pula kau yang mencintaiku karena kecintaanmu pada Tuhanmu, Allaah



Bukan sujud di tempat yang sama

Bukan pula bersimpuh di sajadah yang sama

Namun inginku bersujud tepat berjarak sejengkal di belakang kananmu

Di atas dua sajadah berbeda yang ku gelar, dan kau mengimamiku

Senin, 28 Januari 2013

aku kehilangan diriku



Dimana hatiku?
Dimana jiwaku?
Dimana diriku?

Dimana?

Aku kehilangan hatiku
Yang tak pernah mampu memecahkan misteri waktu

Aku kehilangan Jiwaku
Yang rapuh dalam genggaman waktu

Aku kehilangan diriku
Aku yang hanya berjalan beriring berjalannya waktu

Mungkin aku hilang bersama lenyapnya tahun lalu
Semangatku masih tertinggal dalam tahun itu
Mungkin pula aku terbakar bersama kepyuran kembang api dalam langit kelabu
Ya, tepat dimalam tahun baru itu aku kehilangan diriku


Jumat, 04 Januari 2013

Aster Kuningku



Telah mekar aster kuningku
Menyerbak harum tak tercium
Ia berpaling dari bujurku
Mencari titik dimana sinaran mentari muncul

Telah berkembang aster kuningku
Satu-Dua-Tiga-Empat, Lebih
Tersenyum.. Menyapa.. Melambai.. Meliukkan mahkota anggun
Pada sepijak kaki lintas lalu

Telah tampak aster kuningku melayu
Bagaimana aku?

Sapaan Hujan

“Hai”
Hujan menyapa ..

“Hahaha”
Ia tertawa ..

“Hmmmh!!!”
Ia bergeming ..

Dan lalu mengguyur semangat
Mengibas angin dalam deraian
Mengejek
Menyeringai
Mengroyok
Menyerbu

Hujan masih menyapa
Dalam pelukan pagi

Selasa, 25 Desember 2012

Kehidupan

Ada daya di atas mantra
Menyembul melukis kekuatan
Jika dunia tak ada lagi sengsara
Maka tonggak yang menjulang adalah percuma

Ada rumus di balik kehidupan
Menyongsong waktu kelam
Jika hujan tak bersanding badai
Maka dunia tiadalah arti

Ada tawa di samping tangis
Menyeruak menyeringaikan bahagia
Jika tangis hanyalah tangis
Apa pula arti tawa dalam bahagia

Ada kehidupan setelah kehidupan
Lalu hidup setelah hidup
Laiknya mati setelah hidup
Dan hidup setelah mati

kisah klasik dua sejoli


Dua hati tlah terpadu dalam masa
Benih cinta tengah tumbuh mengembang
Maka, sejoli yang takkan mampu berjarak

Dua insan dikalang rindu
Memproklamir cinta yang sempat membeku
Dalam kisah klasik nan syahdu

Kini dua insan tak memiliki dua hati yang dipadu, lagi
Hati bergeming
Berpaling dari rindu yang menyemai dalam nurani

Air mata yang terjatuh membasahi bumi
Tak bisa menyirami bunga yang tlah layu tersisih
Benih kasih mengering mengiring
Cinta hilang terhempas terkapar dalam sanubari, dan lalu mati

Senin, 17 Desember 2012

Untukmu .. Sahabat ..


Peluh teduh di ronamu menyirat akan juang
Hatimu yang meronta tak dapat ku genggam
Sinaran wajahmu meraup gelap
Layangkan deritamu menggelayut tanpa ku hapuskan

Sakit tertoreh dalam linangan air mata
Sesak sembilu nafas
Daging-daging dibalik selaput kulitmu mengerdil
Menyurut sorot tajam bola penglihat

Baris doa berjejer rapi dalan tengadah tangan
Untukmu

Sahabat ..


Gadis Kerudung Hijau

Berhubung nggak ada obyek jadi narsis dah :D

Alhamdulillah ..
Kerudung hijau telah melingkar di kepalamu
Hingga bagian-bagian kepalamu tertutup
Kecuali wajah ayu yang menyirat niatan baik
Kau ulur kerudung itu hingga menutup dada

Kau kenakan pula jubah gamis hingga lekuk tubuhmu takkan pernah terlihat

Ohh sungguh ayu kau di pandang
Siapakah engkau wahai Gadis Berkerudung Hijau?
Yang menghampiriku kala tidurku berbunga

Siapakah engkau Wahai Gadis Berkerudung Hijau?
Hingga mimpi-mimpiku terlihat begitu nyata

Hidup Ibarat Kerupuk





Hidup ibarat kerupuk
Renyah dan gurih
Tapi ..
Lain ketika ia sampai pada dinding-dinding geraham manusia
Kriuk.. kriuk ..
Suaranya memilukan bagi pendengar
Hingga renyahnya berubah menjadi kebisuan

Hancur ..
Terhempas hanyut sampai kerongkongan
Gelap ..
Hingga ia berdermaga dalam lambung
Dan mengalir kembali ke dermaga-dermaga selanjutnya ..

Hingga sisa-sisanya terbuang
Sia-sia

CAHAYA LURUSKU



Cara menemukan sinarmu adalah dengan cinta

Alangkah indah namamu kan kusebut dalam setiap doa

Hanya sajak dan bait kata untukmu

Ada dan tiadanya dirimu di duniaku, adalah tetap ada dalam memoriku

Yakinku akan terus memelihara sinar itu

Aku bersama peluh-peluhku dalam aliran keringat kemarin sore

Waktuku..


Mozilla selalu hangatkan hariku
Temani sepi-sepiku
Menyandingku

Bersama google chrome aku mengais-ngais sebuah nama dalam dunia maya
Bola mata berputar mengikuti tanda buffering di layar datar
Jemari memijat keyboard hitam di depannya
Dan ku gulung-gulung scroll pada mouse kecil berkelip lampu biru, kuning dan merah

Windows XP nyamankan operasi
Sesekali kubuka Microsoft Office Word sebagai ladang tulis
Ku tulis kata-kata
Kata-kata indah dan bersajak

Dan ku hapus memori-memori halus pengganggu otak
Kubawa kedalam sebuah lingkup
Recycle bin sebutannya
Dengan CCleaner, bersama sampah-sampah berserak lainya akan ku hempas lalu