Sabtu, 27 Oktober 2012

Naik Angkot wujudkan aksi “Go Green”

Mudah tapi susah untuk di jalani. Naik Angkot atau kendaraan umum. Yups.. Apalagi kalau bukan itu.

Kerap kali masyarakat memandang sebelah mata mengenai angkot. Padahal paling tidak fasilitas angkot bisa kita manfaatkan sebagai upaya mewujudkan aksi “Go Green”. Dan kayaknya masih jarang orang-orang menulis tentang aksi naik angkot ini. Ini ada sedikit ulasan tentang kaitan naik angkot dengan aksi “Go Green”. So, enjoy read it readers !! J.

Aksi tanam seribu pohon sudah sering dilakukan. Kerap kali pemerintah, instansi-instansi dan organisasi-organisasi mengadakan penanaman pohon secara masal di daerah-daerah. Itupun kadang dilakukan oleh beberapa orang yang terikat dalam suatu pemerintah, instansi satau organisasi saja. Sedangkan masyarakat-masyarakat yang tidak terdapat di dalamnya ( lembaga pemerintah, instansi ataupun organisasi ) hanya diam dan malah kadang tak mengerti apa-apa. Apalah arti tanam seribu pohon sedangkan pemakaian kendaraan bermotor semakin pesat bertambah. Sedangkan pemanasan global sangat membutuhkan penurunan karbon*.

Selasa, 23 Oktober 2012

Menjelang Idhul Adha *Nggak ada kambing, Dompet pun jadi*

“Mbak, ada uang nggak?”

Begitu tiba-tiba pemuda itu datang menghampiriku dengan tergesa, sembari bertanya tanpa basa dan basi. Aku tak mengacuhkannya. Ah, suara itu. Suara dan kata-kata yang sudah tak asing lagi di telingaku. Mbak, ada uang nggak? Mbak beri kami uang! Mbak, kasihani kami! Itulah deretan kalimat yang biasa dilontarkan oleh para peminta di daerah kami, Wonosobo.

Sejenak ku perhatikan, kuamati dengan seksama. Pemuda itu memiliki suara yang halus. Aku sedikit mendongakkan wajahku dan menatapnya. Wajahnya lumayan tampan. Ada bintik-bintik hitam samar-samar di wajahnya. Mungkin saja itu bekas jerawat, atau mungkin yang lainnya. Semburat di wajahnya menampakkan bahwa ia sedang tak bersemangat hari ini.


Jumat, 19 Oktober 2012

Hakikat Cinta, Syifa dan Rega

Awalnya begitu asing. Tempat ini, kampus pertamaku dan kuharap bukan yang terakhir untukku melnanjutkan S2 ku kelak, kampus UNTAG ( Universitas 17 Agustus ), Samarinda, tempat menimba ilmuku tahun ini dan empat tahun kedepan, tempat dimana pertama kali aku memijakkan kakiku setelah kurang lebih dua tahun tak lagi mengecam pendidikan.

Ahhh, betapa senangnya aku. Aku, sebut saja Embem, tahun ini aku berhasil mencapai salah satu keinginanku, "KULIAH". Sebenarnya keinginan untuk kuliah tak mungkin ada kalau saja ayahku tak pernah mengucapkan janji itu.

Janji ayah delapan tahun yang lalu.

Kamis, 18 Oktober 2012

Secuil Duka untuk Segepok Sahaja

Sore itu, sore yang cerah, ada semburat jingga terang di langit di ufuk barat tepatnya. Burung-burung beterbangan hendak berpulang, mungkin hendak berkumpul dengan keluarganya atau mungkin hanya sekedar hendak menyalami sarangnya yang seharian ia tinggalkan. Ada yang masih hilir mudik tanpa arah tujuan. Ada yang masih berdua-duaan bersama betinanya. Dan ada pula yang mampir hinggap di jendela kamarku. Sejenak kuperhatikan ada kesepian di raut wajahnya. Ada kebingungan di setiap kedip matanya. Mungkin dalam batinnya ia berkata, "Aah.. dimana ini ? neraka mana yang ada di dunia ini ? oh begitu sumpek aku melihatnya..", mungkin pula ia membatinkan yang lain, "Siapa orang ini ? sedari tadi hanya melamun ku perhatikan, apa dia tidak tahu ada seekor burung cantik hinggap di jendelanya ? tidak takutkah aku akan meninggalkan jejak-jejak kotor di kakiku? atau tidak takutkah ia aku akan dengan seenaknya mengeluarkan kotoranku yang bau di disini ? Di tempat ini ?" dan batinan yang lain lagi, "Biasanya manusia akan seenak hati menggusah aku dan teman-temanku tanpa hati. Tampaknya ada kebingungan dan kesepian, seperti aku, pada lelaki ini"

Oh tidak sama sekali, benar-benar aku tidak terganggu akan burung itu. Burung itu hanya menjadi pemandangan yang berhasil aku acuhkan. Bersama layar laptopku aku masih saja menderap-derapkan jemariku diatas tombol-tombol keyboard yang sudah kian menjadi lusuh. Tugas-tugas semester akhirku memang tanpa ada henti. Satu selesai satu yang lainnya menyusul. Bahkan baru hendak mengerjakan yang satu sudah ada dua atau tiga tugas yang lain lagi.

Selasa, 16 Oktober 2012

Harapan Teruntuk Calon Imamku

Malam ..
Sampaikan padanya bahwa aku tengah lama menunggu kabar tentangnya
Sampaikan walau hanya melalui bunga dalam tidurnya

Angin ..
Dekaplah ia dengan hangatmu malam ini
Bukan dengan kibasan lirih yang membuat hatinya menggigil

Bintang ..
Tetap hiasi pandangnya dengan sinarmu saat ia terjaga dalam malam
dan buat hingga setiap kedip matanya adalah berarti bagi dunia

Bulan ..
Tetaplah bersinar untuknya agar setiap bangun dalam lelapnya ia akan senantiasa berjalan tanpa gelap menyelinap
dan menemukan sujudnya di pertigaan malam

Bumi ..
Tetaplah berputar agar ia masih bisa aku temukan meski ia berada dalam lautan insan

dan TUHAN ..
Jagalah ia dalam iman yang kokoh lagi kuat
agar kelak ia bisa kujadikan kholifah dalam jalan-Mu
dan imam bagi Sholatku
Jagalah Cintanya kepada-Mu, agar kelak ia mencintaiku hanya karna-Mu
dan pertemukan kami dalam sebaik-baik keadaan

Minggu, 07 Oktober 2012

A.K.U

Mungkin aku hanya seonggok tulang belulang yang teracuh
Atau hanya benalu yang tak tau malu
Mungkin pula hanya sebuah pedih yang mengganggu

Aku bukan mereka, bukan dia atau bukan pula kamu
Aku hanyalah aku yang ada diantara mereka, dia atau kamu
Di saat aku ada dan di saat aku tiada adalah sama
Bukan seperti disaat mereka, dia atau kamu ada