Hmmm makin kece ajah nih tangan .. Uda lama kagak nulis jugak ..
Harusnya uda cahaya postkan tanggal 01 Januari .. Tapi berhubung baru sempet cahaya publikasikan sekarang, so cek it out ..
Kali ini akan cahaya bagi perjalanan jauh
cahaya menuju puncak sindoro yang megah akan padang tanahnya yang berhias rerumputan
yang berjarak-jarak sepenggal di sana.
| seperti inilah datarnya puncak sindoro |
Menyambut taun baru 2013 dan juga semat
perpisahan untuk tahun 2012 ..
Sindoro part 2 ..
Aku, Nina, Iyak, Fi,
Aan, Gilang, Olek dan tiga orang lainnya ( hehe nggak aku sebutin namanya,
soalnya kagak kenal n belum sempat kenalan pula, hehe)
Tepatnya tanggal 29-30 Desember 2012
tragedi ini terjadi .. Cieeh kaya apa aja pake kata tragedy segala ..
Kebetulan hari itu kami berangkat dari
perumahan Tambi sekitar ba’da Maghrib. Jadi sholat Isya’ sudah kita Jama’-Qashar
dengan Maghrib. Sambil berkata Pucuk .. Pucuk .. Pucuk ..
kami bersepuluh merangkak dari kaki gunung menuju puncak 3.325 meter diatas permukaan laut. Cuaca yang baik untuk kami para pendaki. Gelap pun
tak jadi penghalang untuk perjalanan kami. Bulan Purnama menerangi jalan-jalan
kami. Itu adalah senter alami yang Allah berikan kepada kami para pendaki malam
itu khususnya dan kepada bumi beserta isinya pada umumnya, Subhanallah.
Next .. Apa yang
terjadi?
Awalnya kami semua
memiliki semangat juang empat puluh lima. Kami berjalan dan berbaris rapi.
Langkah demi langkah kami ciptakan beraturan. Meski nafas tersengal namun juang
kami tetap membara. Hingga akhirnya sampai di pos satu. Dipertengahan antara
pos satu menuju pos dua. Satu diantara kami tumbang tergeletak tak sadarkan
diri - pingsan. Sebut saja mbak X. Terpaksa ada dua orang lagi untuk tinggal
menemani dia yang pingsan. Kejadian itu sempat membuat tujuh diantara kami
menjadi surut.
Setelah kurang lebih
sekitar dua jam kami beristirahat, akhirnya kami meneruskan perjalanan kembali.
Sampai akhirnya dua diantara kami bertujuh nyerah. Mereka berdua milih nge-camp
di jalan. Yasudah .. Akhirnya perjalan menuju puncak kami lewati berlima .. Aku
(yang pasti), Nina, Iyak, Fi, dan Aan ..
Semangat terus dan
terus kami nyalakan. Hingga kami benar-benar bias sampai di puncak sindoro yang
tahun lalu sempat pada tingkat “AWAS” karena sembulan kawah yang sempat mati.
Huft .. pukul empat
kami sampai disana. Keadaan masih gelap dan berkabut. Kami mencari tempat untuk
kami berdiam dan beristirahat. Lamaaa kami muter-muter mencari tempat yang
lumayan datar dan jauh dari kawah. Sebab sempat ada wewanti begini “jangan
cedak-cedak (deket-deket) sama kawah, bahaya!” Wah .. sempet parno
juga si sebelumnya buat nyampe ke puncak. Tuh kawah apa apaan yak? Konon si
kawah mengandung gas Sulvatara yang mematikan.
Suasana muncak kali
ini bener-bener beda sama muncak sindoro sebelum aktiv. Bener-bener super duper
ekstra hati-hati di sana.
Dingin membuncah
tubuh kami. Brrrrrrr ..
| Aku, Nina, Aan, Fi, Iyak |
Setelah sholat Subuh
di tempat yang ala kadarnya, kami melanjutkan mencari tempat yang bener-bener bisa
kami gunakan untuk mendirikan tenda. Hmmh .. mendekati sunrise donk tepatnya.
Tenda kami dirikan tepat diatas danau (sekarang danau itu udah kering kerontang
akibat munculnya kawah sindoro), beberapa meter ke kanan akan bertemu kawah dan
beberapa meter ke kiri akan bertemu titik dimana kita bisa melihat sunrise ..
WOW ..
Nih dia gan sunrisenya
| sunrise at Sindoro Mountain |
| pucuk pucuk pucuk \(^_^)/ |
Capek pun cahaya tetap exist buad photo-photo
Dan tetap baik hati
Dan meskipun capek tapi tetap merasa capek .. ha ha ha
Hemmh .. cukup sekian Andventur kali ini .. Sindoro part #2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar