Senin, 28 Januari 2013

Sindoro Part#2


Hmmm makin kece ajah nih tangan .. Uda lama kagak nulis jugak ..

Harusnya uda cahaya postkan tanggal 01 Januari .. Tapi berhubung baru sempet cahaya publikasikan sekarang, so cek it out ..

Kali ini akan cahaya bagi perjalanan jauh cahaya menuju puncak sindoro yang megah akan padang tanahnya yang berhias rerumputan yang berjarak-jarak sepenggal di sana.
seperti inilah datarnya puncak sindoro
Menyambut taun baru 2013 dan juga semat perpisahan untuk tahun 2012 ..

Sindoro part 2 ..
Aku, Nina, Iyak, Fi, Aan, Gilang, Olek dan tiga orang lainnya ( hehe nggak aku sebutin namanya, soalnya kagak kenal n belum sempat kenalan pula, hehe)

Tepatnya tanggal 29-30 Desember 2012 tragedi ini terjadi .. Cieeh kaya apa aja pake kata tragedy segala ..

Kebetulan hari itu kami berangkat dari perumahan Tambi sekitar ba’da Maghrib. Jadi sholat Isya’ sudah kita Jama’-Qashar dengan Maghrib. Sambil berkata Pucuk .. Pucuk .. Pucuk .. kami bersepuluh merangkak dari kaki gunung menuju puncak 3.325 meter diatas permukaan laut. Cuaca yang baik untuk kami para pendaki. Gelap pun tak jadi penghalang untuk perjalanan kami. Bulan Purnama menerangi jalan-jalan kami. Itu adalah senter alami yang Allah berikan kepada kami para pendaki malam itu khususnya dan kepada bumi beserta isinya pada umumnya, Subhanallah.

Next .. Apa yang terjadi?
Awalnya kami semua memiliki semangat juang empat puluh lima. Kami berjalan dan berbaris rapi. Langkah demi langkah kami ciptakan beraturan. Meski nafas tersengal namun juang kami tetap membara. Hingga akhirnya sampai di pos satu. Dipertengahan antara pos satu menuju pos dua. Satu diantara kami tumbang tergeletak tak sadarkan diri - pingsan. Sebut saja mbak X. Terpaksa ada dua orang lagi untuk tinggal menemani dia yang pingsan. Kejadian itu sempat membuat tujuh diantara kami menjadi surut.

Setelah kurang lebih sekitar dua jam kami beristirahat, akhirnya kami meneruskan perjalanan kembali. Sampai akhirnya dua diantara kami bertujuh nyerah. Mereka berdua milih nge-camp di jalan. Yasudah .. Akhirnya perjalan menuju puncak kami lewati berlima .. Aku (yang pasti), Nina, Iyak, Fi, dan Aan ..

Semangat terus dan terus kami nyalakan. Hingga kami benar-benar bias sampai di puncak sindoro yang tahun lalu sempat pada tingkat “AWAS” karena sembulan kawah yang sempat mati.

Huft .. pukul empat kami sampai disana. Keadaan masih gelap dan berkabut. Kami mencari tempat untuk kami berdiam dan beristirahat. Lamaaa kami muter-muter mencari tempat yang lumayan datar dan jauh dari kawah. Sebab sempat ada wewanti begini “jangan cedak-cedak (deket-deket) sama kawah, bahaya!” Wah .. sempet parno juga si sebelumnya buat nyampe ke puncak. Tuh kawah apa apaan yak? Konon si kawah mengandung gas Sulvatara yang mematikan.

Suasana muncak kali ini bener-bener beda sama muncak sindoro sebelum aktiv. Bener-bener super duper ekstra hati-hati di sana.

Dingin membuncah tubuh kami. Brrrrrrr ..

Aku, Nina, Aan, Fi, Iyak
  Setelah sholat Subuh di tempat yang ala kadarnya, kami melanjutkan mencari tempat yang bener-bener bisa kami gunakan untuk mendirikan tenda. Hmmh .. mendekati sunrise donk tepatnya. Tenda kami dirikan tepat diatas danau (sekarang danau itu udah kering kerontang akibat munculnya kawah sindoro), beberapa meter ke kanan akan bertemu kawah dan beberapa meter ke kiri akan bertemu titik dimana kita bisa melihat sunrise .. WOW ..

Nih dia gan sunrisenya

sunrise at Sindoro Mountain



Hmmmh .. Mendaki kali ini cukup membuat hati lebih bersyukur kepada-Nya atas apa yang DIA ciptakan .. SEMANGAT mendaki tetap membara dalam hati .. Yeaaah ..

pucuk pucuk pucuk
\(^_^)/
 Capek pun cahaya tetap exist buad photo-photo


Dan tetap baik hati



Dan meskipun capek tapi tetap merasa capek .. ha ha ha



Hemmh .. cukup sekian Andventur kali ini .. Sindoro part #2


Tidak ada komentar:

Posting Komentar