Peluh teduh di ronamu
menyirat akan juang
Hatimu yang meronta tak
dapat ku genggam
Sinaran wajahmu meraup
gelap
Layangkan deritamu
menggelayut tanpa ku hapuskan
Sakit tertoreh dalam linangan air mata
Sesak sembilu nafas
Daging-daging dibalik
selaput kulitmu mengerdil
Menyurut sorot tajam
bola penglihat
Baris doa berjejer rapi
dalan tengadah tangan
Untukmu
Sahabat ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar