Waktu memang berjalan datar seirama dan seperti biasanya. Tapi kadang akan terasa begitu lambat dan begitu cepat, secepat hari ini.
Huft... walo capek, walo panas, walo gerah, walo bete, walo dan walo lainnya.
Munkin hanya aku saja ato bahkan semua orang. Yah yang namanya waktu itu sulit di tebak.
Dan nyatanya memang hari-hari itu, khususnya hari-hariku itu sungguh sangat berjalan begitu cepat... secepat menit mengganti detiknya.
Ohh... sungguh tak ingin sebenarnya waktuku inii di tukar dengan esok yang begitu cepat... mungkin bukan pula hanya aku yang tak menginginkan hari ini berlalu, bahkan satu orang di dekatku, satu orang lainnya di dekat orang di dekatku, dan seterusnya.
Yang diinginkan adalah saat-saat ketika menikmati alunan detik dengan pelannya, dengan indahnya, dengan bahagianya, dengan asyiknya bersama kawan, bersama saudara, bersama keluarga dan bersama diri sendiri.
Kesannya egois banged sih yaa.. Tapii, manusiawi mungkin lebih tepatnya..
Dan seperti hati ini, begitu cepat.
Bahkan aku ingin waktu siang itu lebih cepat dari waktu malam. Karna hanya malamlah aku bisa merasakan benar-benar nikmatnya waktu-waktuku.
Ibu, ayah, kakak, adik.
Menunggu kebersamaan dengan mereka adalah waktu yang terindah dalam hidupku. Dan waktu yang terindah adalah malamku. Ketika aku bisa memandang wajah mereka satu persatu bersamaan. Ketika orang lain sudah mempersiapkan hari gelapnya untuk beranjak tidur, tapi aku lebih memilih untuk tetap terjaga sampai mereka tertidur satu persatu. Hanya ingin selalu melihat mereka sebelum melelapkan diri.
Sungguh waktuku itu begitu amat berharga. Jika boleh aku minta. Aku akan minta waktu ketika aku merasakan keindahan itu berjalan amat sangat pelan. Sangat dan sangat pelan. Sampai akuuu hanya merasa bahagia di dalamnya tanpa takut akan hari esok yang entah akan seperti apa.
Tapi itu semua sudah barang tidak mungkin. Semua waktu sudah diatur dengan begitu tepat. Dengan detik akan berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari, hari berubah menjadi minggu, minggu berubah menjadi bulan, bulan menjadi taun, begitu seterusnya dengan seiring datang taun-taun berikutnya, dengan teratur, dengan rapi, dan seperti itu tanpa ubahnya, tanpa perbedaan.
Waktuku ituuu "berharga"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar