Sabtu, 22 September 2012

Teracuh, Terjatuh

Bulir bening mengucur sia-sia
Awak terbujur layu berisyarat
Menatap langit lekat
Ahh.. Ternyata tak ada apa-apa, tak ada siapa-siapa..

Bayangnya teracuh

Menggali lubang yang sama
Hanya lebih dalam dan dalam
Menggelegar petir yang menghujam
Menari-nari hujan dalam rebahan malam

Pandangan itu tertuju tampak semu
Ada seonggok batu
Satu dan terjatuh

Jedaaaarrrr !!
Memekik telinga
Memecah gendang
Tapi mereka tak mendengar

Mengeluh peluh seonggok batu
Terbujur kaku pada lubang sama yang lebih dalan dan lebih dalam lagi
dan terjatuh
dan teracuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar