Sekelebat lamunan
melayang-layang
Terkuak rasa
pilu
Linang
hujan di jendela kaca
Merabai
lembaran bening yang luas
Pedih yang
kelam menjelma menjadi sahabat-sahabat waktu
Membisik
haluan udara resah
linang
hujan di jendela kaca
Mengalir
meninggalkan setitik air
Linang
hujan di jendela kaca
Mengawasi
isak dalam dada
Mengamati
dan seolah berkata “kemana hilir dari sungai di pipimu itu?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar