Selasa, 27 November 2012

Sahabat Baru


Sahabat Baruku
"Sejuta Pelangi" Adikarya Oki Setiana Dewi

Buku “SEJUTA PELANGI” karya Oki Setiana Dewi (OSD) ini adalah sahabat baru di pertengahan bulan ini.  Waaah .. Padahal sahabat-sahabat yang lain juga belum kelar kubaca.

Jumat, 02 Nopember beberapa hari yang lalu, sambil nunggu tebengan dateng (hehe maklum buat jaga-jaga biar si wallet tetep eksis tebelnya, hehehe o.O) cahaya iseng-iseng jalan-jalan ke toko buku “Eka Jaya” Jl. Kyai Muntang 99 Wonosobo. Uwaaah .. Banyak banget tuuuh yang namanya novel-novel tebel yang nantangin mata biar tiap malem tetep jeger mantengin tuh novel. Setelah satu deret dua deret dan beberapa deret rak-rak novel sudak kupijaki, ternyata kagak ada satupun yang mampu bikin mata kecantol buat baca sedikit resensi di sampul belakang.
Anyway.. nggak mungkin juga kan uda bolak-balik, mondar-mandir nyari dan tanya ini itu ke pelayannya trus nggak jadi beli. Mau nggrundel kaya apa tuh mbak-mbak pelayannya? Lalu capcus aja deh mumpung ad aide buat pura-pura pesan buku. Eeee.. ternyata bias. Okelah nggak apa-apa. Aku tertarik pada buku-buku OSD. Ada MELUKIS PELANGI (OSD first book), SEJUTA PELANGI, dan CAHAYA DI ATAS CAHAYA.

Isinya luar biasa. Rangkaian kata-katanya runtut banget. Buku Pernik Cinta OSD “SEJUTA PELANGI” berisi curahan-curahan OSD tentang orang-orang di sekelilingnya. Cahaya memang baru membaca separuhnya saja. Tapi judul ini “Perjuangan Seorang Guru Besar- Agar Hidup Lebih Hidup”, aku tertarik. Dengan cepat mataku sliweran membaca setiap kata-kara yang berjejeran. Hingga aku menemukan ini dari deretan catatan OSD,

Suatu hari, aku pernah iseng bertanya kepada Prof. Helmi, “ Prof, apa motivasi Anda menjadi professor?” Beliau menjawab singkat, “Saya ingin bermanfaat bagi orang lain.”

Sepenggal tulisan yang sejak kini masih mengiang-ngiang di kepala. Tujuan Profesor Helmi adalah hanya ingin bermanfaat bagi orang lain. Sungguh keinginan yang mulia. Bahkan itu Beliau katakan saat beliau dalam keadaan sakit. Ini terbukti dari cerita OSD di paragraph pertama,

          Mataku terpaku menatap mesin pencuci darah yang menggantikan tugas ginjal Prof. Ahmad Suhelmi selama enam tahun belakangan ini.

Beliau bahkan tengah enam tahun memikul penyakit itu dalam hidupnya. Bahkan tentu beliau ingin sembuh hanya untuk bias bermanfaat bagi orang lain. Subhanallah.

Sungguh OSD sangat pandai merangkai kata-kata dalam catatannya. Nggak kaget deh kenapa bukunya di minati banyak kalangan ini.
          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar